[ FreeLance ] BABY -Part 1-


Author : Mita Kim
Gendre : Marriage Life, Family, Romance(?)
Cast : Jeon Jungkook (BTS) Lisa (BlackPink) Minjoong / Baby Ini adalah ff pertamaku. Jadi maaf kalau ceritanya jelek, ngebosenin, atau feelnya gak dapet T.T Sorry for typo~ Happy reading~ * * * “Oekk.. Oeekk... Oeekkk...”Tidur gadis itu terusik oleh suara tangisan bayi. Gadis langsung membuka matanya lalu bangkit dan berjalan menuju box bayi yang berada disamping tempat tidurnya.
“Uhhh.. Cup cup Minjoong. Kenapa kau suka sekali menagis di tengah malam begini” Gadis yang bernama itu Lisa perlahan mengulurkan kedua tangannya untuk menggendong sang bayi lalu mengayung-ngayungkan badannya agar bayi yang berada dalam gendeongannya itu berhenti menangis. Lisa berjalan menuju meja kecil dekat tempat tidurnya dan mengambil dot berisi susu bayi yang ia telah persiapkan sebelum tidur kemudian ia berikan ke bayi kecil itu. Tapi, Lisa kembali panik ketika bayi itu tetap menangis walau sudah menghabiskan sebotol susu formula. “Ya! Jungkook. Hei bangun, Minjoong tidak mau berhenti menangis” Dalam keadaan mengantuk sekaligus panik, Lisa menghentak-hentakkan kakinya kemudian menggucang tubuh pria yang malah asyik tidur dalam keadaan seperti ini. “Eughh. Popoknya kau periksa” Jungkook. Pria itu berguman dengan mata yang masih terpejam lalu mengambil guling dan memeluknya kemudian kembali tertidur. Lisa tidak peduli pada pria yang gila tidur, yang ia pikirkan hanya bangaimana agar bayi bernama Minjoong itu berhenti menangis. Tanpa melirik ke arah Jungkook lagi. Lisa langsung meletakakkan Bayi berjenis kelamin laki-laki itu di tepi ranjangnya kemudian memeriksa popok yang dipakai bayi itu. “Aissh” Lisa meringis ketika menemukan kotoran pada popok Minjoong. “Huh, baiklah. Biar aku yang kerjakan” guman Lisa kemudian mengendong bayi itu masuk ke dalam kamar mandi. Setelah di kamar mandi Lisa membuka celana dan popok bayi itu. Lisa kemudian terdiam harus berbuat apa dulu setelah semua benda itu terlepas. Karena selama ini Jungkook yang selalu ia suruh untuk mengerus Minjoong jika bayi itu buang air besar. “Oh God. Jangan gerakkan kakimu Joong-ah” Ucap Lisa Setelah memposisikan Minjoong dengan benar sesuai dengan yang ia lihat ketika Jungkook melakukannya. “Nah! Selesai.. Sekarang kamu bersih dan wangi lagi baby” Dengan cekatan Lisa membungkus tubuh mungil Minjoong menggunakan handuk kecil yang selalu ia sediakan di dalam kamar mandi. “Malam ini kita tidur bertiga Minjoong-ah” Seru Lisa dengan gemas kemudian meletakkan bayi itu di samping tubuh Jungkook yang tertidur pulas. Kemudian Lisa mengambil bantal kecil dan selimut Minjoong di box bayinya lalu mendekat pada lemari khusus pakaian Minjoong untuk mengambil popok dan celana panjang untuk digunakan bayi itu. “Uri Minjoong-ah, ayo pakai celana lalu tidur oke?” Ucap Lisa ketika selesai meletakkan bantal di bawah kepala Minjoong, lalu dengan cekatan ia memakaian Minjoong popok dan celana panjang tadi. Setelah itu, Lisa memakian Minjoong selimut kemudian merebahkan tubuhnya di samping bayi itu. “Selamat tidur Minjoong” *** Jungkook menatap bingung bayi yang tidur terlentang di sampingnya, kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan untuk mencari keberadaan istrinya. Jungkook bangkit perlahan agar pergerakannya tidak mengusik bayi yang tidur pulas di sampingnya. Pria itu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Sebelum benar-benar keluar dari kamar, ia menoleh sebentar kebelakan memastikan bayi yang tertidur di kasurnya itu baik-baik saja saat ditinggalkan. Kaki Jungkook melangkah menuju suatu ruangan yang ia pastikan sang istri sedang berada di ruangan itu. “Sejak kapan Minjoong kau pindahkan di tempat tidur kita?” Sendok yang ada digenggaman Lisa terjatuh ketika Jungkook tiba-tiba bersuara di belakangnya “Kau membuatku kanget” Lisa menunduk untuk mengambil sendok yang terjatuh tadi lalu menaruhnya di tempat cuci piring. “Apa Minjoong rewel semalaman?” Tanya Jungkook yang sudah duduk menikmati sarapan yang Lisa telah siapkan “Eumm.. Dia pup karena itu dia menangis” Jawab Lisa lalu ikut sarapan bersama Jungkook “Apa kau tidak menyesal?” Lisa menatap bingung ke arah Jungkook atas pertanyaan pria itu “Menyesal kenapa?” “Karena menikah denganku” Ucapan Jungkook itu membuat ia tidak jadi memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya “Kenapa harus menyesal? Kita menikah bukan karena paksaan orang tua kan? Kita juga tidak di jodohkan. Jadi....” “Intinya aku tidak pernah menyesal menikah denganmu” Jawab Lisa dengan mantap “Tapi..” Ucapan Jungkook terhenti ketika mendengar suara tangisan bayi dari arah kamar mereka. Tanpa pikir panjang ia berlari menuju kamar sedangkan Lisa, gadis itu terlebih dulu mengambil botol susu yang ia sudah siapkan lalu melangkahkan kakinya menuju kamar. “Baby Joong mungkin lapar” Ucap Lisa, kemudian ia naik ke atas tempat tidur lalu memberi susu pada Bayi itu. Setelah itu suara tangis digantikan suara bayi yang dengan lahapnya menyedot isi botol susunya “Kau ada ujian masuk universitas kan hari ini Jung?”Lisa menatap Jungkook yang hanya terdiam sejak ia masuk “Ah.. Aku hampir lupa, aku mandi dulu ya”Kata Jungkook lalu pergi memasuki kamar mandi. Lisa mendesah pelan melihat sikap Jungkook yang terlihat aneh menurutnya hari ini. Tidak biasanya dia menjadi pendiam jika sedang bersama Minjoong. “Kau sangat lapar ya Joong-ah” Lisa tersenyum melihat Minjoong yang bersemangat meminum susunya *** “Aku berangkat dulu” ucap Jungkook lalu mengecup sekilas bibir Lisa yang sedang menggendong Minjoong “Semoga ujianmu lancar. Fighting!”Kata Lisa memberikan semangat ke suaminya. “hmm... Hati-hati di rumah . Baby Joong jangan nakal ya” Jungkook mencubit gemas pipi tembem Minjoong lalu memberikan kecupan singkat di pucuk kepala bayi itu. “Telfon aku kalau terjadi apa-apa. Aku pergi” Jungkook beralih menatap istrinya kemudian mengecup kembali bibir istrinya lalu memberi lumatan-lumat kecil pada bibir istrinya membuat Lisa membulatkan matanya. Ia memukul dada Jungkook supaya melepaskan tautan bibir mereka. Apalagi perbuatan pasangan muda itu disaksikan langung oleh bayi yang bahkan belum genap satu tahun. “ Ya! Jangan melakukan itu di depan Minjoong”Lisa mencubit perut Jungkook membuat pria itu meringis kesakitan. “Sayang.. Aku kan mengambil jatahku. Apalagi karena bayi itu kita tidak sempat bulan madu”Jungkook memberikan ekspresi cemberutnya kemudian secepat kilat mengecup bibir Lisa membuat pipi gadis merona “Aku pergi” Jungkook menahan senyum melihat pipi istrinya sudah seperti kepiting rebus “Oh. Astaga” Lisa mengibas-ngibaskan sebelah tangan di depan wajahnya karena mendadak suhu disekitarnya menjadi panas. *** Jungkook membereskan alat tulisnya setelah ujian berakhir beberapa menit yang lalu kemudian memasukkannya ke dalam tas. Jungkook berdiri dari duduknya lalu mulai melangkahkan kakinya keluar dari kelas. “Hai..”Langkah Jungkook terhenti ketika seseorang menyapanya “Kamu mau ke kantin?” Tanya orang itu “Maaf.. Tapi aku sedang tidak ingin ke kantin” Jawaban Jungkook membuat seseorang itu kecewa. “Ah. Baiklah. Aku pergi sendiri saja. Annyeong” Setelah orang itu pergi, Jungkook kembali melangkahkan kakinya keluar dari kelas dan berjalan dengan santai menyusuri koridor kampus. Sedari tadi pikirannya hanya tertuju pada satu orang, dan itu membuatnya tidak fokus saat mengerjakan ujian. Tapi ia tetap mengerjakan seluruh soal dengan baik. Ingin sekali ia cepat pulang untuk melihat wanita yang telah memenuhi pikiranya itu, tapi ada suatu hal yang ia ingin kejakan sebelum pulang bertemu sang istri dan bayi yang beberapa bulan ini telah hadir dalam kehidupannya. Jungkook selalu merasa bersalah pada istrinya, karena kehadiran seorang bayi di tengah-tengah mereka, gadisnya itu harus mengubur dalam-dalam keinginannya untuk melanjutkan study bersamanya. Dan harus menjadi ibu rumah tangga di usia yang bahkan belum menginjak dua puluh tahun. Drrrttt... Jungkook menghentikan langkahnya ketika ponsel di sakunya bergetar dan segera mengjawabnya. “Yeobseo” “......” “Aku masih di kampus” “......” “Ini semua kan gara-gara eomma” “......” “Aishh.. Eomma”Jungkook merengek dan menghentakkan kakinya membuat orang-orang di sekitar memandangnya aneh. Jungkook cuek saja ketika orang-orang memperhatikan dirinya, kemudian meninggalkan tempat itu dan mencari tempat yang lebih sepi untuk berbicara dengan Ibunya lewat telfon. “Bagaimana bisa eomma? Keluarga eomma tidak ada tinggal di korea. Dan eomma juga melarang kami menggunakan jasa baby sister. Bagaimana dengan Minjoong ketika Lisa dan aku pergi kuliah? Tidak mungkin kan membawa bayi ke kampus” “......” “Ughh. Yang benar saja.” *** “Rencananya aku akan memberi tahu istriku saat Anniversary pernikahan kami genap sebulan” Jungkook tersenyum senang menatap dua orang di hadapannya. “Eww.. Seperti orang pacaran saja merayakan hubungan tiap bulan” Sahut pria yang berwajah imut kemudian menyenggol seseorang yang duduk disampingnnya. “Bukankah itu masih tiga minggu lagi?” Ucap pria bersurai coklat yang duduk disamping pria imut tadi. “Justru itu. Itu adalah waktu yang tepat untuk memberikan hadiah ini” Jungkook semakin melebarkan senyumannya kemudian menyeruput secangkir cappucino yang tadi ia pesan di kafe ini. “Aku sih setuju-setuju saja. Yang penting traktirannya broo. Hahaha...” Pletakk Jitakan Pria bersuarai coklat itu mendarat mulus di kepala teman yang duduk di sampingnya. Alhasil temannya itu langsung mengelus kepalanya dan membalas dengan memukul balik kepala pria bersurai coklat itu. “Kenapa memukul kepalaku Kim Yugyeom?” Pria imut itu masih mengelus bangian kepalanya yang dijitak pria bernama Kim Yugyeom “Kau selalu yang paling heboh jika masalah makan gratis, BamBam!!” ucap Yugyeom “Memangnya kau tidak? cih! Dasar..” Bambam. Pria imut itu dengan kesal meminum dan menghabiskan cappuccinonya dalam sekali tegukan. Melihat itu Jungkook dan Yugyeom langsung melebarkan kedua matanya karena kelakuan temannya itu “Apa lidah mu tidak terbakar?”Ucap Jungkook “Punyaku saja masih sangat panas ”Ucap Yugyeom menunjuk cangkirnya yang berisi minuman yang sama dengan ke dua temannya “Jika kalian lupa. Aku menunggu kalian datang dan memesan minuman minuman itu sebelum kalian datang. Tentu saja minumanku sudah agak dingin” Sahut Bambam ketus “Ahaha.. Aku kira kau Sok kuat”Ucap Yugyeom lalu mempraktekkan gaya ketika laki-laki sedang menonjolkan otot lengannya . Sedangkan Jungkook hanya tertawa pelan melihat kelakuan temannya itu. “Kalau Jungkook sudah pasti dia kuat di ranjang” “Uhukk” Jungkook yang meminum cappuccinonya tiba-tiba tersedak karena ucapan Yugyeom. “Kenapa membawa-bawa namaku?”Ucap Jungkook kemudian mengambil selembar tissue yang tersedia di hadapanya lalu mengelap bibirnya. “Karena hanya kau yang sudah menikah diantara kita bertiga”Ucap Yugyeom dan Bambam mengangguk tanda setuju. “Eiyy Jungkook. Kau benar-benar tidak mau menceritakan malam pertama mu bersama Lisa? Teman macam apa kau ini”Ucap Bambam dan kali ini mendapatkan jitakan dari Jungkook. “Anak kecil tidak boleh tau”Sahut Jungkook asal “Kita seumuran Jeon Jungkook”Ucap Bambam dan mendapat cibiran dari teman di sebelahnya “Tapi wajahmu tidak menunjukkan kita seumuran”Ucap Yugyeom “Wajahmu saja yang boros” “Mwo?”Tangan Yungyeom bersiap-siap mendarat di kepala Bambam. Tapi sebelum itu terjadi Bambam langsung berlari untuk menghindar dari amukan Yugyeom. “Jungkook. Bayarkan minumanku ya” Setelah itu Bambam langsung tidak terlihat lagi di dalam kafe itu. “Jungkook bayarkan punyaku juga. Aku harus mengejar dan memberi pelajaran ke anak itu” Jungkook hanya bisa menganga karena kelakuan teman sebayanya itu. Lalu dengan cepat merubah ekspresi wajahnya setenang mungkin kemudian berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kasir untuk membayar minuman pesannya dan kedua temannya tadi. Setelah membayar, Jungkook terkejut ketika ia berbalik terdapat seseorang yang berdiri di hadapannya dan hampir bertabrakan orang itu kalau saja ia melanjutkan langkahnya. “Maaf” Jungkook menunduk minta maaf ke orang itu. “Aku juga minta maaf tidak menyadari kalau ada orang di depanku.. Eumm.. Oh! Kau orang yang tadi kan?” Tanya orang itu “Ya”Jawab Jungkook “ah, Maaf. Apa kau sedang buru-buru? Aku menghalangi jalanmu ya?” Ucap orang itu lalu melangkah kesamping untuk memberi Jungkook Jalan. Jungkook hanya mengangguk kecil lalu membungkuk sekali lagi ke orang itu sebelum pergi. TBC...

Komentar